AHY : Saya dan Moeldoko Dulu Prajurit, Tapi Tak Semua Senior Jadi Contoh Baik

blank

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan menolak hasil KLB yang digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara. Dalam KLB itu, KSP Moeldoko ditetapkan sebagai ketum.

AHY mengatakan, kesediaan Moeldoko dipilih sebagai ketum langsung meruntuhkan pernyataannya selama ini yang menyebut kisruh Demokrat sebagai isu internal hingga tidak ikut-ikutan dalam kekisruhan ini.

“Faktanya KSP Moeldoko bukan kader Partai Demokrat. Jadi jelas bukan masalah internal Partai Demokrat. Segelintir mantan kader Partai Demokrat tidak mungkin punya semangat dan keyakinan kalau tidak dapat dukungan dari KSP Moeldoko,” kata AHY dalam pernyataannya di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Jumat (5/3).

“Jadi saya mengatakan bahwa apa yang ia sampaikan selama ini ia pungkiri sendiri melalui kesediaannya menjadi ketua umum Partai Demokrat abal-abal versi KLB ilegal,” tegasnya.

Menurut AHY, apa yang dilakukan Moeldoko jauh dari nilai moral dan etika politik, bahkan bukan contoh yang baik bagi masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda. Bahkan menurut AHY, sosok Moeldoko sebagai prajurit senior tidak bisa dicontoh.

“Saya juga dulu adalah prajurit. Beliau juga adalah prajurit. Dalam keprajuritan menghormati senior wajib dilakukan. Tapi dari para senior pula saya mendapatkan pelajaran tidak semuanya bisa menjadi contoh yang baik,”
– AHY.

AHY kembali menegaskan bahwa Partai Demokrat di bawah kepemimpinannya akan selalu berjuang menjaga demokrasi dan keadilan di Indonesia. Ia juga menegaskan tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan Partai Demokrat.

“Saya ulangi, tidak ada dualisme kepemimpinan dan kepengurusan Partai Demokrat. Saya Agus Harimurti Yudhoyono, AHY, adalah ketua umum Partai Demokrat yang sah dan legitimate,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *