Azzam Izzulhaq : Kebiasaan Menutup-Nutupi Corona Meniru Pemerintah China

blank

Virus corona menjadi malapetaka bagi umat manusia. Tak hanya di China sebagai tempat pertama yang menjadi awal kabar buruk itu menyebar, kini virus corona menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Sejak Presiden Jokowi mengumumkan adanya 2 warga Indonesia yang terjangkit virus corona, masyarakat Indonesia mendadak heboh. Terbukti dibeberapa tempat, warga berbondong-bondong membeli kebutuhan di supermarket.

Menanggapi virus corona yang menjangkiti 2 orang WNI yang baru dikabarkan pemerintah, aktivis kemanusiaan peduli Xinjiang, Azzam Muhammad Izzulhaq menyindir pemerintah Indonesia.

Dia membandingkan cara pemerintah Indonesia dan pemerintah China dalam mengabarkan virus itu kepada publik.

Azzam menyampaikan bahwa virus corona di China awalnya memang ditutup-tutupi. Dalam akun Twitternya Azzam mengungkapkannya.

blank
Screenshot Tweet Azzam

1. Ketika saya masih di Xinjiang, China sebetulnya tentang virus Corona ini sudah ada. Masyarakat Xinjiang sudah ‘maskeran’. Namun tak ada yg berani bicara.

30 Des 2019, dr. Li Wenliang sudah ‘memperingatkan’. Namun, ia ditangkap dengan tuduhan hoax.

2. Dr. Li sakit, ia tak ingin sakitnya menginveksi yg lain. Oleh karena itu ia ‘buka suara’. Tes darahnya yg diumumkan (oleh pemerintah) ke publik: Negatif Corona.

Hingga akhirnya dr. Li meninggal dunia positif Corona.

“Jadi, kebiasaan menutup-nutupi itu memang sudah ada role modelnya: China,” kata Azzam melalui akun twitternya, Selasa (3/3/2020).

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *