Berusia Lebih Dari 26 Tahun, Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Masih Layak Terbang?

blank

Indonesia kembali berduka dengan kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air dengan kode penerbangan SJ-182 pada Sabtu sore (9/1).

Pesawat dengan registrasi PK-CLC itu terbang dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Pontianak. Pesawat dilaporkan hilang kontak hanya beberapa saat setelah lepas landas.

Pesawat yang digunakan sendiri adalah jenis Boeing 737-500 dengan kapasitas kelas ekonomi maksimal 112 penumpang.

Ketika kecelakaan terjadi, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut terdapat 62 orang yang ada di dalam pesawat, 50 penumpang dan 12 kru. Penumpang terdiri dari 43 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 balita.

Pesawat memiliki dua mesin CFM56-3C1 yang dibuat oleh CFM International, perusahaan patungan antara GE Aviation dari Amerika Serikat dan SNECMA dari Prancis. Pesawat itu memiliki panjang 31 meter.

Dengan nomor produksi 27323, pesawat itu melakukan uji coba terbang perdananya pada 13 Mei 1994. Boeing sendiri merilis 737 seri 500 pada Februari 1984. Hingga saat ini, usia dari pesawat itu mencapai lebih dari 26 tahun.

Sebelum digunakan oleh Sriwijaya Air sejak 2012, pesawat tersebut pernah dipakai oleh Continental Airlines pada 1994 dan United Airlines pada 2010.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. 115/2020, penggunaan pesawat terbang sebagai transportasi dibatasi hingga usia maksimal 20 tahun, sementara bukan kategori transportasi penumpang adalah 25 tahun.[rmol]

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *