Buruh Demo Siang Ini, Jalan Medan Merdeka Barat Ditutup Kawat Berduri

blank

Massa buruh dijadwalkan akan berunjuk rasa terkait penolakan omnibus law UU Cipta Kerja di sekitar Patung Kuda Arjuna Wijaya, Jakarta, siang ini. Jalan Medan Merdeka Barat ditutup kawat berduri oleh polisi.

Pantauan detikcom pukul 10.12 WIB, terlihat Jalan Medan Merdeka Barat dari baik arah Istana Kepresidenan maupun arah Patung Kuda ditutup. Jalan ditutup menggunakan barrier beton dan kawat berduri.

Kendaraan dari arah Jalan MH Thamrin, Jalan Budi Kemuliaan maupun arah Jalan Medan Merdeka Selatan yang hendak mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat diputarbalikan. Hingga saat ini, bus TransJakarta masih dapat melintas di jalur busway Medan Merdeka Barat.

Sejumlah polisi siaga di sekitar Jalan Medan Merdeka Barat. Mobil taktis terlihat terparkir di tepi jalan.

Beberapa mobil komando sudah terparkir di depan gerbang Monumen Nasional. Musik-musik buruh diputar di mobil komando tersebut.

Puluhan buruh sudah ada di tepi Jalan Medan Merdeka Barat. Sejumlah atribut seperti bendera terlihat dibawa para buruh. Bus berisi massa buruh terus berdatangan. Apa yang dituntut massa buruh?

Diketahui, buruh kembali menggelar unjuk rasa di sejumlah daerah termasuk di Ibu Kota. Sederet tuntutan bakal dikemukakan dalam demonstrasi tersebut mulai dari penolakan omnibus law UU Cipta Kerja hingga kenaikan upah minimum 2021.
Aksi buruh ini bakal digelar secara serentak di 24 provinsi. Khusus untuk di Jakarta, aksi bakal dipusatkan di Istana dan Mahkamah Konstitusi (MK).

Massa buruh yang akan menggelar demonstrasi berasal dari KSPI, KSPSI, AGN, dan Gekanas. Massa buruh dijadwalkan akan berkumpul di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Polisi mengimbau massa agar tidak rusuh.

“Kita mengimbau sampaikan lah apa pun dengan damai, jangan bikin kerusuhan. Terus kita juga menyampaikan tolonglah korlap supaya jangan sampai terprovokasi kelompok provokator yang niatnya pengin bikin rusuh. Itu harus dijaga, jangan sampai nanti masuk lagi kelompok-kelompok yang memang anarkis yang biasa pengin bikin rusuh,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dihubungi, Minggu (1/11).

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *