Desak RUU HIP Dihapus, Ketum GNPF : Yang Teriak “Aku Pancasila” Kok Diam?

blank

Sejumlah organisasi kemasyarakatan yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti-Komunis atau ANAK NKRI menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Rabu (24/6).

Mereka menuntut pimpinan dan seluruh fraksi menghentikan pembahasan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) menjadi undang-undang.

Pimpinan DPR juga didesak mengeluarkan RUU HIP dari Prolegnas.

Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), Ustaz Yusuf Muhammad Martak yang merupakan salah satu inisiator aksi tersebut mengatakan, delapan pernyataan sikap yang disuarakan dalam demo merupakan hasil diskusi bersama 20 sampai 30 ormas.

“Demo ini puncak atas sikap DPR dan pemerintah yang bergeming atas penolakan umat serta ormas-ormas terhadap RUU HIP. Pemerintah memang sudah mengatakan menunda. Namun, di DPR kan tidak jalan sendiri. Mereka itu mewakili partai-partai. Tidak mungkin hal-hal yang spesifik ini tidak dibahas dalam rapat-rapat partainya,” kata Ustaz Yusuf dalam channel YouTube Refly Harun yang diunggah, Rabu (24/6).

Dia melihat, ini ada benang merah antara DPR dan pemerintah.

“Apakah didiamkan saja? Kalau kami tidak menginisiasi, ormas-ormas ini yang jadi inisiator yang jadi korban adalah umat Islam sendiri. Makanya ormas-ormas ini sepakat mengeluarkan delapan pernyataan bersama,” ucapnya.

Aksi ANAK NKRI, lanjutnya, juga mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas inisiator dan konseptor RUU HIP serta memproses secara hukum pidana pihak-pihak yang berupaya mengganti Pancasila sebagai dasar negara dengan Trisila dan Ekasila.

“Kalau ada yang masih ngotot golkan RUU HIP harus diusut siapa konseptornya. Kami serius dan tidak gertak sambal. Kami akan tempuh jalur hukum kalau masih nekad meneruskan,” tegasnya.

Dia juga mempertanyakan sikap sekelompok orang yang selalu curiga terhadap gerakan GNPF, FPI, 212, serta ormas Islam lainnya.

“Setiap gerakan kami, kalau kami kumpul, rapat, menyampaikan aspirasi, dianggap punya rencana ‘makar’, tetapi sampai hari ini nyatanya kan kami enggak ‘makar’ kan,” cetusnya.

“Makanya selama ini yang teriak-teriak aku Pancasila, aku Bhinneka Tunggal Ika, kenapa sekarang bungkam seribu bahasa. Malah justru kami yang i love Pancasila,” sambungnya. (*)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *