Dihajar Wabah Corona, Pasar Saham dan Komoditas China Anjlok

blank

Meningkatnya korban jiwa dan terinfeksi virus Novel Corona, 2019-nCoV, berdampak buruk terhadap pasar saham dan komoditas China.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Senin (3/2) menyebutkan, korban terinfeksi sudah mencapai angka di atas 17.000 dengan korban meninggal dunia sebanyak 361 orang untuk di China daratan.

Pada hari yang sama, indeks Shanghai Composite turun 8 persen, mencapai level terendahnya selama setahun terakhir.

Dari perhitungan Reuters, angka tersebut membuat nilai pasar kehilangan sebanyak 370 miliar dolar AS. Masih dilaporkan Reuters, selain Yuan yang mencapai titik terlemahnya, besi, minyak, dan tembaga di pasar daratan maupun global pun ikut tersungkur.

Melihat keadaan ini, investor harus bersiap untuk menghadapi volatilitas, di mana pasar dunia akan terdampak oleh penurunan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia ini.

Kendati begitu, untuk meredakan kekhawatiran, Bank Sentral China mengaku akan menyuntikan likuiditas sebesar 173,8 miliar dolar AS ke pasar melalui operasi repo terbalik pada Senin (3/2).

Laporan CCTV menyebutkan, pemerintah juga akan membantu perusahaan-perusahaan lokal untuk memproduksi barang utama sesegera mungkin.

Sementara pasar saham telah dibuka kembali, sebagian besar provinsi justru telah memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek untuk menahan penyebaran virus. Di Provinsi Hubei, para pekerja akan diliburkan hingga 13 Februari mendatang. (rmol.id)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *