Fadli Zon : Dubes Harus Diisi Orang Andal, Jangan Akomodasi Politik Bagi Pendukung

blank

Presiden Joko Widodo telah menyampaikan 31 calon duta besar Indonesia di sejumlah negara. Namun, dari nama-nama yang diajukan Jokowi ke DPR itu, ada kader parpol pendukung dan relawan Jokowi pada saat Pilpres 2019 lalu. .

Menanggapi hal itu, anggota Komisi I DPR Fraksi Gerindra Fadli Zon mengatakan, sejatinya duta besar merupakan orang yang memiliki kompetensi dan kapasitas sesuai dengan negara tempat yang bersangkutan ditugaskan.

Sebab, duta besar adalah representasi negara Indonesia di luar negeri. Sehingga penugasannya bukan hanya didasarkan pada bagi-bagi jabatan politik kepada pihak tertentu sebagai balas budi.

“Karena dubes ini adalah perwakilan negara dan kepentingan nasional di negara yang ditunjuk. Jadi harus orang-orang yang andal bukan sekadar akomodasi politik bagi para pendukung,” kata Fadli kepada kumparan, Selasa (12/5).

Meski demikian, menurut Fadli, dari deretan nama yang sudah diajukan Presiden, beberapa nama di antaranya telah memenuhi kompetensi dan kemampuan dasar untuk menjadi dubes.

“Sepintas saya lihat banyak yang kompeten dan ahli. Seharusnya Dubes lebih besar proporsi orang-orang kariernya ketimbang political appointee,” tutup Fadli.

Diketahui, dari 31 calon dubes yang diajukan Jokowi, sebanyak 22 orang merupakan pejabat karier di Kemenlu. 6 orang lainnya merupakan kader parpol dan relawan pendukung Jokowi saat Pilpres 2019. Tiga lainnya merupakan purnawirawan jenderal dan tokoh media. (*)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *