Fahri Hamzah Sebut Ma’ruf Amien Cuma Simbolik Islam Dalam Pemerintahan

blank

Survei Indo Barometer yang menujukkan Wakil Presiden Maruf Amin mendapatkan predikat kinerja rendah ketimbang Jusuf Kalla saat menduduki posisi RI-2 dinilai wajar.

Pasalnya, tugas JK, sapaan mantan wakil presiden periode pertama Presiden Jokowi, dengan Maruf Amin peranannya berbeda sekalipun mendampingi orang yang sama.

Begitu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah kepada wartawan di Kawasan GBK, Senayan, Jakarta, Senin (17/2).

“Pak Maruf itu menurut saya beda dengan tugas Pak JK. Pak JK itu ke manajemen, tugas Pak Maruf itu simbolik aja. Jadi dia (Maruf Amin) menjaga simbol partisipasi kelompok Islam di dalam pemerintahan,” kata Fahri Hamzah.

Menurut Fahri Hamzah, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) wakil presiden itu ibarat ban serep atau sebagai cadangan. Namun, dia tidak bisa diganti lantaran telah dipercayai masyarakat menjadi orang nomor dua di Indonesia.

“Memang Tupoksi Pak Wapres itu di dalam demokrasi dalam tradisi kita ya hanya ban serep, dia hanya fungsional kalau difungsikan. Tapi jangan lupa, dia adalah orang yang tidak bisa diganti karena dia dipilih oleh rakyat,” tegas mantan Wakil Ketua DPR RI ini.

Lebih lanjut, Fahri Hamzah mendorong mantan Rais Aam PBNU itu untuk tetap menjadi tokoh rekonsiliatif membina umat agar tidak terjadi pertengkaran antar satu dengan yang lainnya. Sebab, salah satu tugas Maruf Amin sebagai Wakil Presiden antara lain untuk membina umat.

“Karena itu saya mendoromg Pak Maruf jangan berpihak, kalau bisa dia ambil jalan tengah dari pikiran-pikiran yang moderat. Jadi dia jangan mengambil titik ekstrim dari pikiran itu. Itu peran yang paling baik ya,” demikian Fahri Hamzah. [rmol.id]

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *