Fanni Si Ratu Keraton Agung Sejagat Ternyata Aktivis HMI

blank

Sebuah fakta mengejutkan datang dari Ratu Keraton Agung Sejagat yang bernama asli Fanni Aminadia (41 tahun). Ternyata, Fanni yang kini sudah menjadi ‘tersangka’, dan ditahan Polda Jawa Tengah, merupakan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Hal itu terungkap dari acara Indonesia Lawyers Club (ILC) pada Selasa, 21 Januari 2020, yang mengangkat tema “Siapa di Balik Raja-Raja Baru?” di tvOne.

Pengacara Fanny, Ari Tarigan, menyatakan bahwa kliennya itu adalah aktivis HMI, salah satu organisasi mahasiswa ektra kampus dengan rekam jejak yang panjang di tanah air.

“Bu Fanni dalam hal ini, klien kami, adalah nasionalisme sejati. Mungkin banyak yang tahu salah satu peran aktif beliau adalah tokoh pendiri Laskar Merah Putih. Ini beliau, saya sampaikan. Beliau juga aktif di kegiatan Himpunan Mahasiswa Islam dan berbagai hal,” kata Ari dalam acara ILC yang dipandu Karni Ilyas tersebut.

HMI memang bukan organisasi biasa-biasa saja. Karena banyak alumni dari organisasi ini yang kini menduduki posisi penting di negara atau pemerintahan seperti Menko Polhukam Mahfud MD, Menpora Zainuddin Amali, Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan lain-lain.

Selain itu, tokoh-tokoh seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, juga menjadi sosok sentral di HMI.

Namun, berdasarkan pengetahuan penulis, mereka yang bisa aktif di HMI adalah para mahasiswa khususnya di tingkat Strata 1, atau 2. Selebihnya, biasanya, sudah masuk ke kategori alumni HMI, yang tergabung dalam Korps Alumni HMI (KAHMI).

Mengingat saat Fanny sudah berusia 41 tahun, kemungkinan yang benar adalah dia merupakan mantan aktivis HMI atau masuk kategori alumni HMI.

Dalam kesempatan di ILC tersebut, Ari Tarigan, juga menyampaikan bahwa Fanni merupakan seorang sutradara film, mempunyai event organizer (EO) yang sering membuat kegiatan-kegiatan. Dia menyebut pada kirab di Keraton Agung Sejagat, Fanni hanya ingin membuat film sejarah.

Selain itu, Ari mengatakan pasal 106 alias makar yang dikenakan penyidik kepada kliennya itu jauh dari ekspektasi Fanni sendiri. Dia menegaskan tidak ada maksud Fanni melakukan tindakan makar.

Seperti diketahui, polisi telah menetapkan R. Toto Santoso (42) dan Fanni Aminadia (41), Raja dan Permaisuri Keraton Agung Sejagat, di Purworejo, Jawa Tengah sebagai ‘tersangka’. Keduanya dijerat pasal penipuan dan ditahan di Polda Jawa Tengah.

Saksikan video Ari Tarigan yang berbicara soal Fanni Aminadia Si Ratu Keraton Agung Sejagat di bawah ini:

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *