Gugatan Ditolak, ‘Korban’ Salah Tangkap: Saya Sudah Jalani Hukuman dan Disiksa

blank

Pengamen Cipulir ‘korban’ salah tangkap, Fikri, kecewa ‘gugatan’ praperadilan ganti ruginya ditolak. Fikri merasa dirugikan karena sudah menjalani hukuman atas tuduhan yang tak pernah dia perbuat.

“Intinya saya nggak terima. Soalnya, saya sudah menjalani hukuman, terus saya juga sudah disiksa, sedihlah,” kata Fikri di PN Jaksel, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Dia lalu membandingkan putusan ganti rugi yang diajukan rekan ‘korban’ salah tangkap lainnya, Andro, yang dikabulkan hakim praperadilan PN Jaksel. Fikri merasa putusan praperadilan terhadap ‘gugatannya’ tidak adil.

“Intinya, saya di sini nggak terima sidang ini. Karena apa? Karena si Andro kan dia dapat (ganti rugi), masa kita yang jalani (hukuman) selama 2 tahun 7 bulan tidak dikabulin (gugatan ganti ruginya),” ujarnya.

Fikri berharap kuasa hukumnya dari LBH Jakarta mengajukan upaya hukum lainnya untuk memperjuangkan hak ganti ruginya. Sementara itu, ‘korban’ salah tangkap lainnya, Ucok alias Arga Putra Samosir, mengaku juga tidak mendapatkan keadilan atas kasusnya.

“Kayanya kata-kata pepatah tajam ke bawah tumpul ke atas memang benar. Bukan hanya kata-kata,” kata Ucok.

Ucok kecewa atas putusan hakim yang menolak ‘gugatannya’, padahal ia sudah menjalani hukuman atas perbuatan yang tidak pernah dia lakukan. Padahal, Ucok berandai-andai, bila ‘gugatannya’ dikabulkan, uang ganti rugi akan diberikan kepada orang tuanya untuk modal berjualan.

“Memang sih rencananya mau buka usaha, ya terutama kasih ke orang tua. Nggak ada yang macam-macam kok. Saya kurang puas saja sama keadilan ini. Biarpun saya nggak terlalu ngerti hukum, coba kalau saya anak pejabat yang kaya raya, nggak bakal kaya begini,” kata Ucok.

Diketahui, permohonan ganti rugi ‘korban’ salah tangkap empat pengamen Cipulir ditolak hakim praperadilan. Hakim menyatakan permohonan tersebut kedaluwarsa.

Keempat pengamen Cipulir ‘korban’ salah tangkap sebelumnya mengajukan ‘gugatan’ praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Keempat pengamen itu minta ‘gugatan’ ganti rugi dengan total Rp 750,9 juta.

Keempat pengamen ‘korban’ salah tangkap itu adalah Fikri, Fatahillah, Ucok, dan Pau. Mereka ‘menggugat’ Kapolda Metro Jaya, Kajati DKI Jakarta, dan Menteri Keuangan RI untuk meminta ganti rugi karena menjadi ‘korban’ salah tangkap. []

.

Sumber : detikcom

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *