Hampir Mirip Jakarta, Calon Ibukota Baru Rawan Banjir, Cancel Atau Lanjut Pak Jokowi?

Posted on

Pemerintah sudah menetapkan Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara sebagai calon ibu kota baru pengganti DKI Jakarta. Sayangnya, Penajam Paser Utara ternyata menjadi daerah yang rawan banjir.

Kerugian akibat banjir di Penajam Paser telah mengakibatkan korban jiwa hingga kerugian material. Banjir di ibu kota baru ini menarik perhatian pembaca VIVAnews.

Berikut tiga berita paling menarik seputar banjirnya calon ibu kota baru, Selasa 18 Februari 2020:

1. Intensitas hujan tinggi bikin calon ibu kota baru banjir

Lokas Kecamatan Sepaku Penajam Paser Utara

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara melaporkan telah terjadi banjir di Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, pada pukul 05.00 Wita. Bencana tersebut terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi.

Dari keterangan pers yang disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Agus Wibowo, tim reaksi cepat BPBD dan instansi terkait sudah turun ke lokasi untuk membantu dan melakukan pendataan.

“Sampai saat ini belum ada laporan korban dan kerusakan,” demikian kata Agus melalui siaran persnya.

Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, merupakan salah satu dari dua kota yang rencananya akan dijadikan ibu kota negara yang baru pengganti Jakarta. Kota yang lainnya adalah Kutai Kartanegara. (hty)

2. Sebanyak 379 jiwa terdampak banjir

Banjir Rendam Penajam-Paser Utara

Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, dilanda banjir karena hujan berintensitas tinggi dari semalam hingga Selasa pagi, 18 Februari 2020. Dampak dari banjir membuat 115 KK atau 379 jiwa terdampak dan satu jembatan rusak.

Dari keterangan resmi Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Wibowo mengatakan, BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara masih melakukan pendataan di sejumlah wilayah terdampak. Pendataan tersebut dilakukan d Kelurahan Riko, Desa Bukit Subur, Kecamatan Penajam. Dilaporkan satu jembatan penghubung jebol akibat banjir.

“Jembatan yang terbuat dari kayu dan gundukan tanah hampir putus akibat banjir. Saat ini tidak dapat dilewati motor dan mobil karena derasnya arus, tanah yang jadi landasan jembatan terkikis dan jebol,” kata Agus, dalam keterangan pers, Selasa, 18 Februari 2020.

Dia menjelaskan ada 115 KK atau 379 jiwa yang terdampak akibat banjir. Rinciannya di Desa Bukit Subur ada 104 kk/336 jiwa yang tersebar di 8 rukun tangga (RT). Lalu, wilayah Kelurahan Riko dengan 11 kk/43 Jiwa.

3. Calon Ibukota baru sudah 31 kali banjir selama 9 tahun

Gerbang Penajam Paser Utara

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 31 kejadian banjir yang berdampak di Kabupaten Paser Penajam Utara dari tahun 2010-2019.

“Dengan satu orang meninggal dunia di tahun 2013, tiga rumah hancur di tahun 2018,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Agus Wibowo di Jakarta, Selasa, 18 Februari 2020.

Ia menjelaskan, bahwa Kabupaten Paser Penajam Utara (PPU) memang memiliki potensi kerawanan terjadinya bencana banjir sesuai sifat dan kondisi masing-masing kecamatan. [vivanews.com]