Heboh Video Restoran Babi, Ustadz Haikal : Nyari Gara-gara Nantangin Umat Islam!

blank

Daging babi adalah salah satu makanan yang diharamkan oleh Allah untuk dimakan. Oleh sebab itu, sebagai muslim yang baik dan taat pada Allah dan Rasul-NYA, maka setiap  muslim wajib menjauhi makanan haram tersebut.

Baru-baru ini di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim sedang dibuat geger oleh viralnya video di sosial media yang menayangkan usaha sebuah restoran di Jakarta yang menyajikan daging babi.

Videonya terlihat memang sengaja membahas sebuah restoran yang bernama “Panggangin”, yang khusus mengolah penganan dalam bahan daging babi. Di kelola oleh 2 anak muda, dan mereka terlibat dalam wawancara antara owner dan peliput videonya.

Usaha daging babi dalam bentuk restoran, adalah hal biasa yang kita lihat di berbagai daerah. Apabila ada di Jakarta, itu pun pasti lumrah.

Yang jadi persoalan adalah promosi dengan menabrak ajaran agama Islam yang jelas-jelas mengharamkan babi.

Ada kata-kata yang dianggap sangat provokatif, yang terlontar dari mulut si pengelola restoran.

“Selama elo baik, mau makan apapun gak masalah. Karena lu gak perlu agama untuk jadi orang baik.” katanya.

Video yang dianggap provokatif tersebut mengundang murka salah satu Ulama yakni Ustadz Haikal Hassan Baras (Babe Haikal) yang menyebut video dan cara promosi seperti itu adalah bentuk sikap yang menantang Umat Islam.

“Itu nyari gara-gara. Betul-betul nantangin dan menguji sampai dimana ghiroh Umat Islam!” kata Ustadz Haikal.

Berikut Videonya :

Artikel Terkait :

One thought on “Heboh Video Restoran Babi, Ustadz Haikal : Nyari Gara-gara Nantangin Umat Islam!

  1. Yang goblok itu elu, Guntur. Krakatau Steel itu udah bangkrut, mau diganti dgn pabrik besi baja China di Jateng. Makanya pak Anis harus beli ke China, itu maksudnya. Apalagi sebentar lagi pabrik Semen, itu juga sebentar lagi bangkrut, krn China bikin pabrik yang sama dgn harga produksi levih rendah. Jadi semen juga harus beli dari China.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *