Jokowi Sebut Kepala Daerah Jangan Cuma Bisa Minta Setop KRL, Sindir Anies Baswedan?

blank

Presiden Joko Widodo menyatakan bersedia menghentikan operasional moda transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) di Jabodetabek asal pemerintah daerah mau menyiapkan dan menanggung risiko dari kebijakan tersebut.

Dia mengatakan banyak masyarakat yang menggunakan fasilitas KRL, seperti pekerja harian, buruh, hingga pedagang asongan yang mencari nafkah dari moda transportasi tersebut.

“Kalau daerah mau mempersiapkan dan menanggung dari keputusan yang diminta itu akan kita berikan,” kata Jokowi dalam wawancara eksklusif di acara Mata Najwa yang disiarkan Trans7, Rabu (22/4) malam.

Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya menyiapkan jaring pengaman sosial, bukan hanya meminta pemerintah pusat menghentikan operasional KRL. Jokowi berkata, pemerintah daerah tidak boleh hanya meminta pemerintah pusat menghentikan operasional KRL kemudian membiarkan mencari solusi sendiri.

“Jangan hanya meminta dihentikan dan ya sudah masyarakat dibiarkan cari sendiri-sendiri. Enggak bisa seperti itu. Itu yang saya enggak bisa. Bukan masalah kebijakannya. Bukan itu,” katanya.

“Enggak apa-apa dihentikan, enggak apa-apa. Tapi mereka disiapkan dulu. Kalau tidak, kalau ada bus siapkan bus agar tidak berdesakan di KRL. Busnya diisi separuh saja agar ada physycial distancing di situ, sehingga memberikan solusi,” tambah Jokowi. (*)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *