Kapolri Minta Waktu 6 Bulan Usut ‘Kasus’ Novel, Jokowi : 3 Bulan Harus Selesai

blank

Tim teknis Polri harus bekerja ekstrakeras untuk menemukan orang-orang yang ‘menyerang’ penyidik KPK Novel Baswedan. Sebab, deadline enam bulan yang diberikan Kapolri tidak disetujui Presiden Jokowi.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu meminta ‘kasus’ tersebut diselesaikan dalam waktu tiga bulan.

“Kalau Kapolri kemarin menyampaikan meminta waktu enam bulan, saya sampaikan tiga bulan tim teknis (harus) bisa menyelesaikan,” ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, kemarin (19/7).

Tim teknis merupakan tim yang akan dibentuk Kapolri. Semua anggotanya berasal dari Polri. Tim itu akan dipimpin langsung oleh Kabareskrim. Tugasnya melanjutkan temuan tim gabungan (timgab) yang telah bekerja selama enam bulan.

Jokowi menuturkan, pihaknya mengapresiasi kerja timgab. Karena itu, apa yang sudah diperoleh harus ditindaklanjuti secara maksimal. “Kita harapkan dengan temuan-temuan yang ada, saya kira sudah menyasar ke ‘kasus-kasus’ yang terjadi,” imbuhnya.

Jika Dalam 3 Bulan Tak Ada Hasil?

Bagaimana jika sampai tiga bulan tim teknis belum menemukan penyerang Novel? Jokowi tidak menjawab dengan jelas. Dia menegaskan bahwa pemerintah akan menunggu lebih dulu progres tiga bulan ke depan.

“Saya lihat nanti hasilnya apa, jangan sedikit-sedikit lari ke saya, tugas Kapolri apa,” tuturnya.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purnawirawan Moeldoko menambahkan, pemerintah menyadari bahwa pengungkapan ‘kasus’ Novel bukan hal mudah. Karena itu, presiden memberikan waktu tiga bulan untuk menindaklanjuti hasil kerja timgab.

“Penyerangan itu dilakukan pada situasi yang gelap, walau ada CCTV, tapi tidak bisa memberikan data tentang pelaku yang menyiramkan air keras itu,” ujarnya. Moeldoko menuturkan, dengan waktu tiga bulan, kepolisian diharapkan bisa bekerja secara maksimal.

.

Dilansir dari Jawapos

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *