Kasusnya Diancam Dibuka Lagi, HRS: Itu Denny Siregar dan Abu Janda Kenapa Kau Enggak Periksa?

blank

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) HRS, mengaku siap rekonsiliasi dengan pemerintah jika syarat-syaratnya dipenuhi.

Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan di Markaz Syariah Petamburan yang ditayangkan kanal YouTube Front TV, Rabu (11/11/2020).

HRS menegaskan dirinya siap rekonsiliasi jika pemerintah menunjukkan iktikad baik melalui dialog terbuka.

Baca juga: Siap Rekonsiliasi dengan Pemerintah, HRS Minta Bahar bin Smith hingga Tokoh KAMI Dibebaskan

“Enggak perlu ribut, ke depannya kita sama-sama berdialog, insyaallah,” ungkap HRS.

Kepada para simpatisan yang hadir, HRS menegaskan dirinya tidak anti terhadap dialog.

Ia mengaku siap mendengar keinginan dari pemerintah terhadap dirinya dan para pendukungnya.

Meskipun begitu, di sisi lain HRS meminta tuntutannya juga didengarkan pemerintah.

“Pemerintah mau apa dari umat, sampaikan. Kami dengar. Tapi setelah Anda bicara, dengerin juga kita bicara,” tegas HRS.

Ia kemudian mengungkit banyaknya kasus kriminalisasi terhadap ulama.

“Dari mana adanya rekonsiliasi kalau bukan adanya dialog? Gimana mau dialog kalau kriminalisasi ulama masih berjalan?” sindir pendakwah tersebut.

Tidak hanya itu, ia mengaku mendapat kisikan bahwa kasus-kasus hukum yang pernah menjeratnya akan dibuka kembali.

“Ini saya belum apa-apa, belum pulang saja, ‘Nanti HRS kita buka lagi kasusnya’. Ini apa-apaan?” ucap HRS.

“Sudahlah, jangan buka kasus yang tidak ada,” tegas ulama 55 tahun ini.

HRS lalu menyampaikan tuntutan terhadap kasus penistaan agama dan ulama yang menurut dia penting untuk diproses.

Ia juga menyebutkan sejumlah nama yang menurutnya harus dijerat hukum.

“Itu kasus-kasus yang dilaporkan masyarakat, penistaan agama, penistaan ulama, kenapa kau enggak periksa dulu?” ungkit HRS.

“Itu kenapa Denny Siregar dibiarkan? Kenapa Ade Armando dibiarkan? Kenapa Abu Janda dibiarkan?” tanya dia.

HRS menilai ada ketidakadilan dalam perlakuan terhadap para tokoh tersebut dibandingkan terhadap dirinya.

“Tegakkan keadilan, siapa saja yang salah, proses!” seru HRS.

“Enggak bisa, ini tidak boleh dibiarkan ketidakadilan semacam ini,” tandasnya.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *