Keraguan Keturunan Diponegoro Jadi Ujian Bagi Ketulusan Raja Belanda

Posted on

Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima datang ke Indonesia dengan membawa kejutan, yaitu mengembalikan pusaka milih Pengeran Diponegoro. Keris yang dianggap telah dibawa ke Belanda sejak tahun 1830 itu diperlihatkan dalam lemari kaca di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3).

Namun demikian, keaslian keris ini diragukan oleh keturunan ketujuh Pangeran Diponegoro, Roni Sodewo.

Roni mengurai bahwa keris milik leluhurnya memiliki rancang bangun atau dhapur dengan yang dikembalikan raja Belanda. Keris milik Diponegoro, kata dia, adalah keris dengan dhapur Naga Siluman. Sementara yang dikembalikan adalah keris dengan dhapur Nagasasra.

Meski meragukan keaslian keris tersebut, Roni Sodewo tetap tidak mau memvonis bahwa keris yang dikembalikan bukan milik Diponegoro.

Namun demikian, keraguan Roni Sodewo tersebut sempat membuat Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid kaget.

Menurutnya, apa yang disampaikan Roni Sodewo bisa menjadi ujian bagi ketulusan raja Belanda. “Wah kalau benar begitu, ini jadi ujian akan ketulusan sikap Belanda,” ujarnya di akun Twitter pribadi, Rabu (11/3).

Lebih dari itu, wakil ketua Majelis Syuro PKS tersebut menggarisbawahi agar keraguan keturunan Pangeran Diponegoro tidak dianggap angin lalu.

“Kesaksian salah satu keturunan P. Diponegoro ini, penting ditindaklanjuti,” tutupnya. [rmol]