‘Kesurupan’ Massal Usai Tebang Pohon, Netizen : Pemerintah Gunduli Hutan Jinnya Diam Saja, Nggak Adil

blank

Sebuah video sejumlah pemuda ‘kesurupan’ massal viral di media sosial. Diduga itu terjadi setelah warga menebang pohon beringin.

‘Kesurupan’ massal itu terjadi di lokasi penebangan pohon beringin tua di Desa Pringapus, Temanggung, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2021).

Sejumlah pemuda itu diduga kerasukan jin penghuni pohon beringin tua tersebut.

Dugaan itu muncul setelah para pemuda yang kerasukan itu mengamuk dan memaki para penebang pohon.

“Iki omahku (ini rumahku—red). Kalian seenaknya menebang,” ujar salah satu pemuda yang ‘kesurupan’.

Peristiwa ini menghebohkan warga sekitar. Mereka pun berdatangan dan memegangi para pemuda yang ‘kesurupan’ itu yang tampak ingin mengejar para penebang pohon beringin tersebut.

Video viral ini diunggah sejumlah akun Instagram. Salah satunya @media.virals, Sabtu (13/3).

Video ini telah ditonton lebih dari 15 ribu tayangan dan puluhan komentar dari warganet.

Salah satunya komentar dari pemilik akun dede_***. Ia menuliskan komentar bernada satir dengan aksi yang dilakukan “jin” yang dianggapnya tak melakukan apa-apa saat terjadi illegal logging.

“Warga nebang satu pohon langsung dirasuki. Pemerintah nggunduli hutan, semua pohonmu di tebang, kau diam saja. Gak adil penunggunya!!” tulisnya.

“@dede_*** jangan salah…tetangga saya dulu kerja di tengah hutan, waktu marak-maraknya ilegal logging. Katanya setiap hari ada yang ‘kesurupan’. Bahkan tidak hanya melawan jin saja, tapi dilawan sama suku pedalaman hutan yang tak pernah nampak..” tulis @kangh*** menimpali.

Ada juga yang netizen yang mengomentari video viral sejumlah pemuda ‘kesurupan’ massal itu dengan guyonan.

“Coba kakinya kasih api. Kalau kepanasan berarti bukan ‘kesurupan’ tapi belum gajian,” tulis @danaprad***.

“Lambang Golkar ditebang,” @orangarin***.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by MEDIA VIRALS (@media.virals)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *