KPK Sindir Jokowi Pakai Hadiah Sepeda Karena ‘Kasus’ Novel Tak Kunjung Terungkap

blank

Hampir 800 hari berlalu, namun ‘kasus’ penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan belum juga terungkap. Hingga kini aparat kepolisian masih belum bisa menangkap pelakunnya. Meski pun sudah dibentuk tim khusus untuk menanganinya.

Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun geram dengan ‘mandegnya’ ‘kasus’ yang menimpa penyidik senior lembaga antirasuah itu. Bahkan sebagai salah satu bentuk sindiran, para pegawai KPK akan menghadiahkan sepda bagi aparat yang berhasil mengungkapnya.

“Pada kesempatan tersebut Bapak Saut Situmorang mengungkapkan, sepeda terbaik yang pernah aku punya, aku serahkan untuk mengungkap kejujuran, kebenaran dan keadilan” kata Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo menirukan ucapan Saut Situmorang dalam keterangannya, Senin (3/6).

Diketahui, setidaknya sudah ada tiga unit sepeda telah dikumpulkan dan nantinya akan dihadiahkan kepada pihak yang bisa mengungkap ‘kasus’ teror air keras yang menimpa penyidik senior lembaga antirasuah itu.

“Pemberian sepeda dari Bapak Saut Situmorang menambah menjadi tiga jumlah sepeda yang menjadi hadiah bagi pihak yang dapat mengungkapan ‘kasus’ Novel Baswedan yang akan menginjak 800 hari dari hari penyerangan pada 11 April 2017,” ucap Yudi.

Yudi berharap aksi seyembara ini bisa menyentuh Presiden Joko Widodo agar mendorong penuntasan ‘kasus’ Novel. Terlebih hingga kini Jokowi sama sekali belum juga membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

“Yudi berharap aksi seyembara ini bisa menyentuh Presiden Joko Widodo agar mendorong penuntasan ‘kasus’ Novel,” pungkasnya.

Untuk diketahui, pada 27 Juli 2018 lalu, ketika peringatan 16 bulan ‘kasus’ teror Novel, Wadah Pegawai KPK mengadakan sayembara bagi pihak yang dapat mengungkap ‘kasus’ Novel Baswedan, pada kesempatan tersebut PP Muhammadiyah dan Wadah Pegawai KPK menyediakan masing-masing satu sepeda. [Jawapos]

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *