Listrik Padam Massal, Dirut PLN Minta Pelanggan Ikhlas Menerimanya

blank

Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani memimpin keterangan pers terkait pemadaman listrik massal di Pusat Pengatur Beban (P2B) Gandul, Kecamatan Cinere, Kota Depok, Jawa Barat, Minggu (4/8/2019) petang.

Dalam kesempatan itu, Sripeni atas nama direksi PLN, memohon maaf kepada pelanggan PLN yang menderita pemadaman sejak pukul 11.45 WIB.

“Nah penormalan pelanggan memang masih lama, bisa 4-5 jam lagi. Mudah-mudahan tidak lewat sampai pukul 00.00 WIB ya. Kami berupaya seoptimal mungkin,” kata dia.

Menurut mantan bos Indonesia Power itu, kejadian pada hari ini, menjadi pelajaran berharga bagi PLN. Titik lemah yang muncul serius diperbaiki.

“Kami mohon dukungan rekan-rekan semua dan keikhlasan dari para pelanggan. hari ini kita juga sulit berkomunikasi. Jadi kami mohon maaf,” ujar Sripeni.

PLN Hitung Ganti Rugi ke Pelanggan

Direktur Pengadaan Strategis 2 PT PLN (Persero) Djoko Abumanan mengatakan soal kompensasi kepada pelanggan akan mengikuti aturan yang berlaku, PLN tidak bisa serta merta mengatakan dan menyanggupi pengucuran kompensasi tersebut.

Pertama, perlu adanya laporan deklarasi merugi terlebih dulu. “Nanti by sistem, karena tiap daerah beda beda. Declare tiga bulan ke depan.Jadi sebulan ini berapa yang dideklarasi,” ujarnya, Minggu (4/8/2019).

Pemberian kompensasi sendiri diatur oleh Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 27 Tahun 2017.di mana tertera soal pengurangan tagihan listrik TMP (Tingkat Mutu Pelayanan) atau kompensasi kepada konsumen yang dirugikan ketika ada pemadaman. Terutama untuk pelanggan non subsidi, yang menurut Djoko, terdapat 35%.

“TMP nanti kita hitung, memang ada Permen bahwa kewajiban PLN apabila nanti dihitung TMP-nya lebih dari standar yang ada, kita akan berikan kompensasinya karena memang diatur dalam aturan pemerintah.” [CNBC]

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *