Mahasiswa Meninggal Usai ‘Ditembak’ Saat Demo, Muncul Desakan Copot Kapolri

blank

Demonstrasi yang masif sejak dua hari lalu menjadi sorotan berbagai pihak. Banyak mahasiswa yang menjadi korban dari tindakan yang diambil aparat Kepolisian.

Salah satu nama yang viral adalah Faisal Amir, mahasiswa Universitas Islam Al Azhar Jakarta yang menjadi korban bentrok di kawasan gedung DPR RI. Faisal dalam kondisi kritis setelah menjalani operasi usai luka parah saat demo.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mengutuk tindakan represif yang dilakukan polisi. Banyaknya korban diakibatkan tindakan represif yang diambil polisi.

“Kami mengutuk tindakan represif yang dilakukan kepada massa aksi, baik tanggal 24 maju 25 September 2019. Mahasiswa hanya dampak, jika polisi tidak represif tidak akan ada kerusakan. Semua diakibatkan tindakan yang diambil polisi,” kata Wasekjen PTKP PB HMI, Rich Ilman Bimantika kepada VIVAnews, Kamis sore, 26 September 2019.

Ilman menilai, Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah gagal dalam mengamankan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu, Presiden Jokowi dinilai sudah selayaknya mencopot Tito dari jabatannya.

“Intinya kami mendesak Presiden copot Kapolri, kejadian ini menunjukkan bahwa Tito Karnavian telah gagal dalam mengayomi masyarakat. Coba polisi tidak represif, tidak akan ada situasi yang memanas seperti itu,” ucapnya.

Senada dengan Ilman, Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), Soziduhu Gulo menyesalkan sikap Kepolisian. Ia menilai, gerakan siswa STM bentuk kepedulian terhadap negara.

“Kami sangat menyesali tindakan represif dari Kepolisian terhadap adik-adik itu. Gerakan STM ini merupakan bentul kepedulian mereka terhadap negara, itu memberi isyarat bahwa mereka saja yang masih STM ikut bergerak melihat situasi bangsa belakangan ini apalagi mahasiswa,” ungkapnya.

Ia juga menyerukan hal yang sama, mendesak Tito Karnavian untuk dicopot dari jabatannya. Terlebih soal isu ambulans DKI yang dituduh membawa batu dan bensin. “Ya, copot Kapolri. Apalagi info yang di-share mengenai ambulans DKI yang membawa batu, padahal itu enggak benar,” kata dia.

Info terbaru di demonstrasi mahasiswa yang menuntut dibatalkannya beberapa RUU, termasuk RKUHP memakan korban. Seorang mahasiswa di Kendari, Sulawesi Tenggara dikabarkan meninggal saat bentrok dengan aparat.

Berdasarkan informasi dari jurnalis inilahsultra.com bernama La Ode Pandi Sartiman, Kamis, 26 September 2019, mahasiswa yang meninggal tersebut bernama Randi. Pria berusia 21 tahun itu merupakan mahasiswa Fakultas Perikanan Universitas Halu Oleo Kendari. [mus]

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *