Mahfud Disebut Gunakan Kata Kasar Komentari Kepulangan HRS

blank

Sebagai warga negara, HRS memiliki hak untuk pulang dari Arab Saudi ke Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Eksekutif Nasional BHP KSHUMI (Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia) Chandra Purna Irawan.

Itu mengomentari sejumlah pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD atas kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI).

“HRS memiliki hak untuk pulang, hak hidup yang layak di negaranya sendiri,” kata Chandra kepada jpnn.com, Minggu (8/11/2020).

Selain itu, ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pelita Umat ini berpendapat, HRS juga berhak mendapat perlindungan dari negara.

“Negara wajib memberikan perlindungan kepada siapa pun, termasuk HRS. Hal ini yang telah diamanahkan oleh konstitusi,” tegasnya.

Chandra juga menilai, berbagai pernyataan Mahfud menanggapi kepulangan HRS kurang tepat.

“Terkait respons dari pejabat negara, sebaiknya menggunakan kalimat atau bahasa yang mengayomi,” tekan dia.

Malah, mantan kuasa hukum HTI ini menilai Mahfud menggunakan kata-kata kasar dalam pernyataannya.

“Menggunakan kalimat atau bahasa kasar dan atau menunjukkan kekuasaan atau kewenangan kepada rakyat adalah tidak tepat dan tidak apple to apple,” tandasnya.

Sebelumnya, Mahfud menyebut HRS pulang ke Indonesia karena akan dideportasi oleh otoritas Arab Saudi akibat overstay.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini, persoalan itu adalah urusan HRS dengan Arab Saudi.

Pemerintah, katanya, hanya sekadar mengetahui HRS tersendat pulang ke Tanah Air.

Mahfud juga menyebut bahwa HRS pulang ke Indonesia dengan membawa misi revolusi akhlak.

“HRS itu mau pulang dengan revolusi akhlak,” kata Mahfud dalam keterangan resmi melalui akun Youtube Kemenko Polhukam, Kamis (5/11).

Mahfud juga mengingatkan para pengikut HRS tidak berbuat rusuh dan merusak fasilitas umum saat melakukan penjemputan.

Jika membuat kerusuhan dan merusak fasilitas saat proses penjemputan, justru menodai revolusi akhlak yang dibawa HRS.

Pemerintah, kata dia, akan menangkap kelompok yang merusuh dan merusak fasilitas saat proses penjemputan HRS.

“Kalau membuat kerusakan itu berarti bukan pengikutnya HRS, kami sikat, begitu. Kalau dia membuat kerusuhan,” tegas Mahfud.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *