Malu Listrik Mati, Menteri Korsel Mundur, di Autralia Mati Lampu Gratis Listrik 1 Bulan

blank

Listrik padam massal sejak Minggu siang (4/8/2019) di wilayah Jawa Bagian Barat yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan beberapa daerah di Jawa Tengah.

Pihak PLN hanya minta maaf.

“Dear Electrizen, Mohon maaf atas gangguan listrik di Jawa Bagian Barat yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan beberapa daerah di Jawa Tengah. 🙏🙏 Hingga pukul 21.30 WIB, listrik di beberapa wilayah padam,” kata PLN di akun resmi twitternya.

“Kalian terlalu membanggakan Menteri Korsel yg mengundurkan diri karena mati lampu. Klo cuma mengundurkan diri artinya dia masih ada dan sehat.

Di Indonesia pejabatnya lebih hebat, kenapa lebih hebat? Sbb Pak Menterinya menghilang.. 🤭😅😁” komentar akun twitter Aira Afni Amalia

blank
Screenshot Twit Akun PLN_ID

Listrik Mati, Menteri Korea Selatan Mundur

Menteri di Korea Selatan yang bertanggung jawab atas layanan energi, Choi Joong-kyung, hari ini mengajukan pengunduran diri kepada Presiden Lee Myung-bak. Pasalnya, Choi merasa malu atas kasus mati lampu massal yang sempat meresahkan sebagian rakyat di negeri ginseng itu.

Menurut harian The Wall Street Journal, pengunduran diri itu diungkapkan juru bicara kementerian ekonomi pengetahuan, Park Chung-won. Seorang pejabat di istana kepresidenan menyatakan bahwa Presiden Lee kemungkinan menerima pengunduran diri Choi sebagai Menteri Ekonomi Pengetahuan, yang salah satu tugasnya mengurus masalah listrik.

“Menteri Choi mengajukan pengunduran diri hari ini dan berencana menyerahkan surat mundur secara resmi kepada kepala staf kepresidenan hari ini juga,” kata Park, seperti dikutip kantor berita Yonhap.

Pengunduran diri itu dilontarkan Choi setelah Korsel mengalami pemadaman listrik pada 15 September lalu. Ini merupakan peristiwa yang tidak biasa di Korsel, yang selama ini menyediakan layanan listrik yang memuaskan. Ketika padam, saat itu banyak rumah, kantor, dan pabrik gelap gulita.

Beda halnya dengan di Australia, mengutip dari laman kompas.com, ketika mati lampu setengah hari di Australia, maka pemerintah menggratiskan listrik selama sebulan.

Pelayanan umum di sebuah negara seperti gas, listrik dan air sering kali dilihat sebagai salah satu indikator keberhasilan perekonomian. Adeltus Lolok yang pernah mengenyam pendidikan S2 di Adelaide (Australia Selatan) menceritakan salah satu pengalaman pribadi berkenaan dengan hal ini. Adeltus yang kini jadi pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Keuangan di Jakarta, menuliskan pengalamannya tentang pelayanan umum itu di Radio Australia.

Yakni pengalaman mendapatkan kompensasi gratis listrik 1 bulan dikarenakan listrik mati dalam waktu setengah hari.

.

Dilansir dari VIVA

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *