Meroket Harga Cabai Di Bawean, Sudah Mencapai Rp 1.000 Per Biji

blank

Masyarakat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dibuat cemas oleh melambungnya harga cabai yang tembus Rp 100 ribu per kilogram. Adah (37), penjual cabai di Pasar Desa Daun, Kecamatan Sangkapura menuturkan, melambungnya harga cabai saat ini karena tanaman cabai di masyarakat setempat membusuk hingga gagal panen.

“Tanaman cabai di sini banyak yang membusuk, akibat curah hujannya sangat tinggi. Ditambah lagi kiriman cabai dari luar Bawean jumlahnya kecil, sehingga harganya mahal,” ujarnya, dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Sabtu (1/2).

Adah mengaku, melambungnya harga cabai di Bawean sudah terjadi sejak Januari lalu. “Ya sejak bulan Januari kemarin harganya sudah merambat naik. Dari yang sebelum seharga Rp 25 ribu per kilogram dan kini mencapai Rp 100 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat Khusnah (32), warga Pulau Bawean lainnya, berharap harga cabai bisa segera kembali normal.

“Ya buat kita masyarakat kecil ini, tentu sangat memberatkan dengan naiknya harga cabai. Kalau bisa segera diturunkan kembali harganya ke harga biasanya,” imbaunya.

“Bayangkan saja kalau harganya Rp 100 ribu per kilogram, kita tidak bisa nyambal di rumah. Sebab, biasanya kita beli di pasar paling sedikit Rp 1.000, kini harus beli Rp 5.000. Terus dapat cabainya kalau yang besar cuma 5 biji. Kan sama dengan seribuan sebijinya,” tandasnya. (rmol.id)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *