Najwa, Kritikmu Bikin Politisi Bergidik

blank

Penulis : Adian Radiatus*

Najwa bikin ulasan direkam video berdurasi hampir lima menit, isinya topik terkini. Sepak terjang para anggota Dewan Perwakilan Rakyat.

Najwa bicara lugas seperti biasa. Mempertanyakan kegiatan anggota DPR yang lebih memprioritaskan pembahasan produk beberapa UU yang tidak relevan dengan kondisi saat ini.

Najwa sebagai figur media publik yang sudah sangat dikenal tentu merupakan referensi kalau tidak mau disebut sumber ‘public report’ yang selalu dinanti-nantikan.

Reportasenya proposional dan menyajikan koreksi yang baik bagi kepentingan masyarakat luas. Najwa bukan komentator abal-abal. Cermin profesionalisme selalu hadir baik selaku host diskusi maupun pengulas verbal.

Menjadi menarik manakala dalam hitungan jam setelah Narasi Najwa tayang, para tuan dan puan DPR ada yang bereaksi over dosis. Ini bagi publik malah pertanda ada sesuatu yang luar biasa dari tayangan itu.

Seperti biasa kalau sudah begitu simpatik netizen yang juga sudah merasa hambar dengan kinerja DPR mengalir deras kepada Najwa.

Alih-alih menggugat tayangan Najwa, maka sebaiknya perbesar saja jiwa besar sebagai wakil rakyat. Pandailah menanggapi suara rakyat bahkan narasi seorang Najwa sekalipun.

Justru kehadiran kritikan rakyat yang disuarakan Najwa itu dapat menjadi alat pelindung dewan untuk introspeksi diri terhadap kekurangannya menyampaikan informasi kinerjanya kepada rakyat yang diwakilinya itu.

Memang janggal bila dukungan DPR saat berperang terhadap epidemi Covid-19 ini menjadi kalah urusannya dengan berbagai RUU yang tidak mempunyai daya mematikan semacam virus itu.

Najwa yang kepeduliannya demikian tinggi terhadap masalah-masalah yang menyangkut rakyat banyak dengan motto narasinya, Kebaikan Tanpa Sekat mestinya dipandang sebagai mitra demokrasi jujur yang mumpuni.

Apa yang Najwa sampaikan hanyalah kritikan aktual atas topik yang tengah berlangsung didepan mata rakyat dan ini adalah demokrasi yang mendidik, jadi tuan atau puan politisi DPR tak perlulah anda bergidik…

.

*Penulis adalah pemerhati sosial

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *