Penegakan Hukum Sudah Darurat, Dinilai Penuh Rekayasa dan Tumpul ke Buzzer

blank

HRS menyebut penegakan hukum di Indonesia dalam keadaan darurat. Sehingga dia menyeru agar segera dilakukan revolusi secara cepat dalam sistem hukum.

“Revolusi ahlak dalam level sistem ini harus serius, fokus, melakukan sesuatu gerakan perubahan secepatnya tidak bisa ditunda-tunda lagi,” kata HRS dalam acara dialog nasional secara virtual, Rabu (2/12/2020).

Dia menilai diperlukannya revolusi hukum secara cepat karena penegakan hukum di Indonesia penuh rekayasa.

Penegak hukum Indonesia tidak adil pada semua masyarakat, penegakan hukum dinilai tebang pilih.

“Karena sudah kedaruratan dari penegakan hukum yang tidak beradab, rekayasa, dan penyiksaan, serta tajam ke pihak yang kritis, tumpul kepada buzzer. Sistem hukum ke penegakan hukum yang adil dan beradab,” jelasnya.  (*)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *