Pernyataan Megawati Dibantah, Dipimpin Anies Jakarta Makin Baik dan Tidak Gaduh

blank

Pengamat politik dari Institute for Strategic and Development (ISDS) Aminudin mengatakan, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang belakangan ini kerap mengkritik Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan merupakan imbas dari rivalitas politik Pilkada DKI Jakarta. Megawati gagal mengusung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok jadi DKI 1.

“Yang perlu waspadai kubu Anies Baswedan jika ada serangan lain yang akan datang beruntun menggusur Anies dari kursi Gubernur DKI Jakarta,” ujar Aminudin kepada Harian Terbit, Rabu (11/11/2020).

Terkait kenapa Megawati mau bersusahpayah kritik Jakarta, bukan Indonesia secara keseluruhan, Aminudin memaparkan, di dalam riil politik yang dominan kepentingan maka Megawati menganggap Anies adalah kepala daerah yang berseberangan dengam kelompoknya sehingga harus dikuliti atau dibongkar di publik.

“Ibukota barometer nasional karena konstelasi politik di Jakarta akan berdampak ke daerah lain,” paparnya.

Dukung Anies

Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (Baranusa), Adi Kurniawan mengatakan, walaupun sebagai pendukung setia Jokowi, namun pihaknya mendukung atas kinerja Anies memimpin DKI Jakarta. DI bawah kendali Anies, Jakarta telah mendapatkan reward dari berbagai pihak. Sehingga membuat Jakarta lebih ramah lingkungan dan lainnya.

“Megawati tidak suka Anies Baswedan jelas karena ada kepentingan PDIP di pilkada DKI Jakarta mendatang. Kedua, karena PDIP ingin kadernya kembali memimpin Jakarta,” paparnya.

Adi menilai, saat ini Jakarta lebih tenang sejak dipimpin Anies. Sementara Jakarta dipimpin Ahok banyak kegaduhan. Namun Megawati yang terkesan seperti dibutakan atas keberhasilan Anies adalah hal.wajar karena apa yang disampaikan Megawati bermuatan kepentingan politik partai yakni kepentingan pilkada DKI Jakarta mendatang.

“Anies lebih baik fokus kerja bangun Jakarta. tidak perlu menanggapi. Selain itu buktikan saja kepada rakyat Jakarta kalau apa yang disampaikan Megawati tidak benar,” paparnya.

Terpisah, Wakil Sekjen MUI, Tengku Zulkarnain mengatakan, Jakarta dipimpin oleh Anies Baswedan justru semakin baik. “Nampaknya, Anies bukan saja berhasil membuat Jakarta menjadi kota yang semakin hebat, apik, bersih, dan nyaman. Tapi juga berhasil membuat beberapa kalangan menjadi “kalap.” Is it right…?” kata Tengku melalui media sosial.

Amburadul

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri saat berpidato dalam acara pembukaan Rakorbidnas Kebudayaan PDIP secara daring, Sabtu (31/10/2020). “Jakarta itu (dulu) hanya Menteng. Ini lah makanya anak yang tinggal di Menteng, lho tinggal di mana? Gue kan anmen, hanya itu lah,” kata Megawati dalam Dialog Kebangsaan Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11/2020) kemarin.

Terkait perkembangan dari masa ke masa, Megawati menilai Jakarta era saat ini terkesan amburadul. Pasalnya Jakarta sekarang jauh dari Jakarta terdahulu yang direncanakan menjadi kota intelektual.

“Jadi kebayang enggak saya alamin baru setelah itu ada Kebayoran dan lain sebagainya. Tetapi persoalannya sekarang saya bilang Jakarta ini menjadi amburadul,” kata Megawati.

“Karena apa? Ini tadi seharusnya city of intellect. Ini dapat dilakukan tata kotanya, masterplan-nya, dan lain sebagainya. Siapakah yang buat hal ini tentunya para akademisi, insinyur dan lain sebagainya,” tandasnya.

Kritik Megawati juga dipertanyakan oleh sosiolog Musni Umar. Kritik tersebut, menurut dia, kontra dengan kenyataan yang terjadi di Jakarta.

“Jakarta amburadul kata Ibu Mega. Pertanyaannya, kalau amburadul, mengapa berbagai institusi pemerintah dan swasta dalam dan luar negeri sudah berpuluh-puluh yang memberi penghargaan kepada Jakarta yang dipimpin Anies Baswedan? Rakyat monitor,” kata Musni Umar.

Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria juga merespons pernyataan Megawati. Menurut dia kebijakan pemerintah Jakarta sudah sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah. Program-program yang disusun dalam RPJMD, kata dia, sudah banyak dilaksanakan.

“Kami terus berbuat sesuai dengan ketentuan undng-undang RPJMD, capai-capaiannya sudah bisa dilihat masyarakat,” ujar Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (10/11/2020).

“Mulai dari partai politik yang ada di Jakarta, melalui DPRD, ormas, UKP, komunitas tokoh-tokoh agama, tokoh tokoh pemuda, tokoh masyarakat semua terlibat bersama-sama,” Riza menambahkan,” papajarnya.

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *