Sebut Anies Baswedan Selonongan, Ernest Prakasa Diserbu Netizen

Posted on

Ernest Prakasa mengritisi sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam membuat kebijakan terkait virus corona. Anies membuat kebijakan untuk meliburkan seluruh kegiatan mengajar serta menutup tempat wisata di Ibu Kota selama dua pekan ke depan.

Ia sebelumnya mengkritik lambannya Presiden Jokowi menangani Covid 19. “Warga DKI berterimakasih pada Anies soal Corona adalah titik nadir kepercayaan pada Jokowi. Bagus lah,” tulis Ernest di Twitter pada Sabtu, 14 Maret 2020.

“Tidak ada buzzer yang akan menyelamatkan wajah Anda saat ini, Pak Presiden. Lakukan saja dengan itu. Itu memuakkan,” tulis Ernest. Sutradara film ini juga mengaku kecewa dengan Jokowi yang sebelumnya dia dukung di Pemilu 2019.

“Susah jadi mantan pendukung Jokowi. Kalau mau mengkritik, pasti kena olok-olok kenapa dulu milih dia. Tapi gapapa, gw tetap pada pilihan gw. Sebagai pemilih yang kecewa, gw memilih jadi pengkritik yang setia,” tulis Ernest.

Sekitar empat jam kemudian, Ernest mencuit untuk mengkritik Anies Baswedan. Menurut sutradara film Imperfect ini, Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta belum melaksanakan tugasnya dengan baik karena tidak mengikuti aturan presiden mengenai informasi yang bersumber dari pusat saja.

“Terlepas dari faktor suka/tidak suka, menurut gw sebagai kepala daerah, Anies harus taat pada instruksi presiden soal pengumuman satu pintu.I ngumumin segala macem, itu memang layak dikritisi,” tulis Ernest.

Dia juga mengutip sebuah kalimat dari serial Game o Thrones yang diucapkan oleh karakter Petyr Baelish “Chaos is a ladder”. Menurutnya dari kejadian corona ini, ada pihak yang memanfaatkannya untuk kepentingan pribadi.

“Ada yang mau memanfaatkan momentum kekacauan untuk menapaki anak tangga publisitas? Ah sudahlah, biar masyarakat menilai sendiri,” tulis Ernest.

Lantas cuitan Ernest tersebut menimbulkan banyak perdebatan. Menurut netizen, Anies sudah menjalankan kewajibannya sebagai kepala daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2019 Tentang Kesehatan pasal 155 ayat 1.

Undang-undang itu berbunyi “Pemerintah daerah secara berkala menetapkan dan mengumumkan jenis dan persebaran penyakit yang berpotensi menular dan/atau menyebar dalam waktu yang singkat, serta menyebutkan daerah yang dapat menjadi sumber penularan.”

Menurut mereka, Ernest kurang bijak dalam memberikan pernyataan.

“Solo juga selonongan. Tapi gak lo kritik. Dan harusnya didukung memang. Itu bagus,” tulis akun @KavindraOemar. “Baca dong UU nya. Publik figure kok ngemeng nggak pake aturan,” tulis akun @mbakyuevi_N51.

“Dia ngumumin buat daerahnya sendiri, dia pemimpin buat daerahnya sendiri. Wajar dia bertindak seperti itu. Lalu apa yang harus dikritisi? Kalau dia selonongan untuk Indonesia itu baru lu kritisi. Sayangnya Anies jauh lebih pinter daripada lu untuk urusan kepemimpinan,” tulis akun @kicepkicep.

“Anies berbicara di wilayahnya yang saat ini menjadi Gubernur DKI Jakarta. Wajar bila seorang pemimpin mengkhawatirkan warganya,dengan informasi transparan warganya bisa berhati hati ditempat tempat tertentu. Lagi pula Anies tak bahas daerah lain karena daerah lain punya pemimpin juga,” tulis akun @lobaKaheureui.(*)