Sebut Penghina Anies Tak Lakukan Ujaran Kebencian, Ferdinand ‘Diskakmat’ Saut Situmorang

blank

Kasus penghinaan kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang berujung penangkapan sang pelaku, Zikria Dzatil, menuai komentar sebagian besar warganet.

Pasalnya, penangkapan itu dirasa lebih cepat dibandingkan pada kasus penghina Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ade Armando.

Melalui akun twitternya, warganet mempertanyakan hal tersebut.

Namun seorang kader partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean mengomentari dan menyebut kasus Anies bukanlah sebuah ujaran kebencian.

“1. Risma disebut kodok betina, itu final ujaran kebencian. Sdgkn Anies disebut Gubernur Jahat, itu tergantung penilaian dan hak seseorang menilai dgn alasan2nya. Soal foto Anies, terlapor bkn yg pertama upload. 2. Legal standing pelapor sgt menentukan” kata Ferdinand melalui akunnya @FerdinandHaean2


Cuitan Ferdinand langsung dikomentari tajam oleh warganet, dan salah satunya adalah budayawan Saut Situmorang.

“Kasihanilah makhluk ini, dab @jokowi. Nyarik perhatiannya udah bikin trenyuh gitu. Kasih aja jabatan pembersih kakus Istana pasti doi udah seneng n bangga” komentar Saut Situmorang melalui akunnya @AngrySipelebegu

“Teori anda salah bung….kodok betina belum tentu jahat kenapa marah…..tapi gubernur jahat sudah final itu penghakiman di anggap jahat seperti penjahat….. Jadi fix ini ketidak adilan” balas @EgiEgi06424657

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *