Soal Wacana Larangan Cadar Menag, Ustadz Felix Angkat Bicara

blank

LARANGAN cadar atau niqab sedang jadi perbincangan hangat belakangan ini. Sebab Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi berencana melarang aparatur sipil negara (ASN) memakainya. Kontan sejumlah ulama bereaksi terhadap wacana ini, salah satunya Ustdaz Yusuf Mansur yang mengatakan kebijakan itu tidak tepat diterapkan. Kemudian Ustadz Felix Siauw juga angkat bicara.

Sebelumnya Yusuf Mansur mengatakan cara berpakaian umat Islam berdasarkan keyakinan tak semestinya dilarang. Kemudian ia juga mengatakan bahwa cadar bukan sumber radikalisme. Hal senada juga dilontarkan Felix Siauw lewat akun instagramnya.

Lewat cerita tentang pembahasan cadar dan celana cingkrang dengan ayah ibunya, Felix Siaw mencoba menjelaskan bahwa cadar dan celana cingkrang tak ada kaitannya dengan radikalisme. Berikut kutipan cerita tersebut:

“Ngobrolin Cadar Ke Papi Mami”

Saya inget bangat pas Alila mau masuk ke pesantren. Saya dan istri cerita ke mami dan papi saya, kalau nanti di pesantren, seragam Alila pakai cadar.

Mami langsung bilang, ‘Enggak usahlah pakai cadar, ngeri, nanti, orang kira ekstrim’, dan obrolan semisalnya. Adapun papi santai aja, mungkin sudah paham,” cerita Felix Siauw.

Saya lalu jelaskan ke mami saya bahwa anggapan cadar itu ekstrim, radikal, ngeri, itu justru pandangan yang enggak adil, sangat judging dan enggak enggak respect.

Kenapa? Sebab sudah mem-framing, mengidentikkan cadar dengan pemahaman radikal. Dan saya juga enggak salahkan mami saya, sebab beliau bukan Muslim, ya wajar enggak berpikirnya begitu.

Papi saya nanya berbeda, ‘Emang cadar itu wajib Lix? Bukannya hanya budaya Arab?’ Saya jawab, ‘Banyak beda pendapat sih pi, dan pastinya ini Islami’, begitu.

Pertanyaan papi lebih adil, sebab memberi kelonggaran bagi akal sehat, memberi ruang bagi logika dan diskusi. Bukan judging tanpa argumen atau framing negatif.

Saya jelaskan ke papi bahwa saya ambil pendapat yang enggak mewajibkan cadar ke Muslimah, makanya istri saya @ummualila pun enggak pakai cadar.

Lalu saya sampaikan, mengatakan cadar budaya Arab juga enggak tepat, sebab lebih tepatnya sebelum Islam malah wanita Arab pakaiannya ‘enggak karuan’, ya gitudeh.

Lebih tepatnya cadar itu budaya agama, sebab berasal dari pendapat Islami, pendapat yang berdasarkan dalil, baik dari kitabullah dan sunnah Rasul-Nya

Simpelnya, cadar itu ada perbedaan pendapat, sebeda-bedanya ya cadar itu tetep Islami. Sedangkan pakai rok mini, buka aurat, sebeda-bedanya pendapat, tetep enggak islami

Nah gitu saja, mau cerita aja sih. Artinya harusnya pejabat agama itu, melarang pegawainya buka aurat, yang jelas enggak Islami, bukannya memasalahkan cadar/niqab yang jelas Islami

Hati-hati juga, enggak melakukan yang sunnah itu enggak dosa. Tapi melarang orang melakukan perkara sunnah, itu hal yang pasti salah, semoga menjadi perhatian bagi kita.”

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *