Telat Infokan Kepulangan Harun Masiku, Ditjen Imigrasi Bilang Ada Gangguan Sistem

blank

Pihak Ditjen Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengungkapkan alasan terlambatnya informasi kedatangan tersangka Harun Masiku ke Indonesia. Hal ini terjadi akibat keterlambatan dalam memproses data perlintasan di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta atau gangguan delay system.

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi, Arvin Gumilang, menduga delay system terjadi karena proses restrukturisasi Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) yang sedang berlangsung.

Restrukturisasi ini menurutnya bisa mengganggu data dan update. Selain dugaan restrukturisasi SIMKIM, Arvin juga menyebut bahwa delay system bisa saja terjadi jika di bandara mengalami gangguan pemadaman listrik.

“Sampai saat ini kami sedang restrukturisasi Simkim yang sedang berproses. Nanti apa ada kaitannya atau tidak dengan hal itu, karena dengan adanya restrukturisasi Simkim, ini berimbas pada data dan update sistem dalam teknis kesisteman,” kata Arvin di Kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 22 Januari 2020.

Namun Arvin menilai bahwa perlambatan proses data perlintasan bukan merupakan hal yang lazim terjadi. Dia mengaku sedang lakukan pendalaman.

“Tidak lazim terjadi, tapi kalau mati lampu di Bandara Soetta itu pernah. Apakah ini ada hubungannya atau tidak kita lakukan pendalaman. Apakah ada kaitannya karena kita restrukturisasi? Masih kami lakukan pendalaman,” kata Arvin.

Arvin menambahkan, Simkim di Terminal 2F sedang diperbarui menyusul adanya wacana menjadikan Terminal 2F sebagai terminal low-cost carrier. Selain memperbarui sistem, pihak Imigrasi juga mengklaim tengah menambah jumlah konter pelayanan Imigrasi, serta sejumlah perangkat lainnya di Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta.

Arvin membenarkan bahwa Harun sempat terbang ke Singapura pada 6 Januari 2020 dengan menggunakan pesawat Garuda, dan kembali ke Indonesia dengan menggunakan pesawat Batik Air pada 7 Januari 2020 pukul 17.43 WIB. (vivanews.com)

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *