TNI ke Rumah HRS Minta Tes Swab, FPI : Ngawur Maksa Tes Swab Tengah Malam!

blank

Sekretaris Bantuan Hukum DPP Front Pembela Islam atau FPI Aziz Yanuar menjelaskan tujuan kedatangan polisi dan TNI menjelang tengah malam ke rumah HRS di Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat, untuk meminta warga melakukan tes swab. Aparat keamanan yang datang tersebut adalah Babinsa TNI dan Bhabinkamtibmas Polri.

“Ini maksa untuk tes swab, ngawur. Tengah malam maksa swab masyarakat,” ujar Aziz saat dihubungi Tempo, Minggu, 22 November 2020.

Aziz menerangkan FPI menolak melakukan tes tersebut. Selain karena merasa sehat dan baik-baik saja, pelaksanaan tes dilakukan di waktu yang tak masuk akal. “Kan gila, orang baik-baik aja dicari-cari kesalahannya,” kata Aziz.

Mengenai dugaan Babinsa dan Bhabinkamtibmas mencari anggota FPI yang melakukan pemukulan terhadap anggota TNI saat penertiban spanduk, Aziz membantahnya.

Sabtu malam, sekitar 6 orang aparat keamanan dari kepolisian dan TNI terlihat mendatangi rumah Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) HRS di Jalan Petamburan III, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mereka datang menggunakan sepeda motor.

Usai memarkirkan kendaraan di depan gang, mereka langsung menuju rumah HRS. Dari pantauan Tempo di lokasi, kedatangan mereka disambut para pemuda yang telah berjaga di depan Gang Paksi, gang rumah HRS.

Sementara itu, Kanit Patroli Polsek Tanah Abang Kompol Margiyono membenarkan bahwa tujuan polisi bersama TNI datang untuk meminta HRS melakukan tes swab. Namun, permintaan itu ditolak dan aparat keamanan tak bisa menemui Rizieq secara langsung.

Alasan polisi meminta Rizieq untuk segera melakukan tes, karena ia baru saja bertemu orang banyak dan dikabarkan sedang sakit.

“Maka kami mendatangi, kami mengecek, diduga loh, ya, diduga ya bisa terpapar gitu, loh. Kemudian kami sarankan untuk dites swab. Tadi dari pihak itu ada sedikit (penolakan),” kata Margiyono. []

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *