Tragedi Lima Babak Indonesia Saat Berjuang Hadapi Wabah Corona

Posted on

Pemerintahan Joko Widodo saat ini tengah mendapati tragedi yang cukup mengerikan dan mengkhawatirkan dalam menghadapi penyebaran virus corona alias Covid-19.

Aktivis kemanusiaan, Dhandy Dwi Laksono menyebutkan, tragedi pertama di mana Indonesia mensia-siakan waktu untuk mengantisipasi corona.

“Punya waktu antisipasi Covid-19, sibuk Omnibus Law,” kata Dhandy dalam status Facebook miliknya, Sabtu (21/3).

Tragedi kedua, disaat wabah corona mulai mengganas dan menyebar ke 119 negara di dunia. Indonesia, kata Dhandy, justru jumawa ketika diingatkan.

“Malah promosi wisata, petentang-petenteng, bercanda, dan lain-lain. Gesture yang buruk bagi publik,” kecamnya.

Tragedi ketiga yang lebih miris, sambung pjurnalis investigasi ini, Indonesia paling tidak siap Infrastruktur kesehatannya.

“Kasus meledak, ribut sama pemerintah daerah. Kini mau borong obat yang belum teruji,” ujarnya.

Untuk itu, Dhandy berpandangan, terhadap situasi saat ini pemerintah harus membailout semua sistem kesehatan publik. Kemudian, mengamankan pangan, distribusi, dan publik utilities (listrik, air, gas dan BBM).

“Tes massal, RS darurat, perkuat RSUD-RSUD. Distribusi masker, sanitizer, alkohol, dan lain-lain,” pungkas dia sekaligus menambahkan bahwa pemerintah perlu memberikan bantuan tunai untuk buruh, sektor informal, dan warga miskin. (Rmol)