Tulis Kata ‘Komen Goblok’ ke Anies Baswedan, Politikus PSI Ini Sudah Kurang Ajar

blank

Di dunia nyata, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, banyak dipuja-puja. Bahkan sampai dijuluki Gubernur Indonesia. Sayangnya, di dunia maya, Anies masih sering ‘dinyinyirin’. Salah satunya oleh Guntur Romli. Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ini sampai menulis kata (maaf) “goblok” ke Anies.

Sikap Guntur, yang dulunya pendukung Ahok ini, sangat disayangkan. Sebagai intelektual muda, ada yang menilai dia kurang ajar.

Salah satu bukti Anies dipuja-puja terlihat dalam acara Lebaran Betawi, di Monas, Jakarta Pusat, kemarin. Anies dielu-elukkan sejumlah tokoh yang hadir. Warga Jakarta yang tumpah ruah di Monas pun ikut memuji mantan Mendikbud tersebut.

Sejumlah pejabat dan tokoh hadir di acara ini. Di antaranya Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi Abraham Lunggana alias Haji Lulung, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wa- hid, serta Walikota dan Bupati se-Jakarta. Anies datang ke lokasi mengenakan beskap khas Betawi warna hitam. Lengkap dengan peci hitam juga. Ia didampingi istrinya, Fery Farhati Ganis, yang berbalut kebaya hijau.

Kedatangan Anies dan rombongan lain disambut atraksi palang pintu yang dilakukan anak- anak, diselingi adu pantun khas Betawi. Seluruh Walikota dan Bupati memberi seserahan kepada Anies dan istri nya. Isinya makanan khas Betawi seperti dodol, gabus pucung, dan akar kelapa.

Sejak pagi, ribuan warga sudah memadati kawasan Monas. Dari mulai sekadar berolahraga, piknik, hingga mencicipi kuliner khas Betawi. Suasana begitu semarak.

Ragam hiburan kesenian khas Betawi tersaji dari panggung utama dan stand lainnya. Saat Anies mulai memberi kata sambutan, ribuan warga Jakarta langsung memenuhi bagian depan panggung utama, yang berada di depan silang Monas Selatan. Tadinya, ribuan warga ini menyebar di berbagai stand yang menampilkan ornamen khas dari berbagai wilayah Jakarta.

Warga pun antusias mendengarkan sambutan gubernur kebanggaan mereka. Kata sambutan Anies mengusung tema persatuan, yang memang menjadi tajuk utama acara ini. Masyarakat Betawi dalam sejarahnya menjadi tuan rumah yang terbuka, dan bisa menjadi simpul persatuan.

Anies menyampaikan alasan Lebaran Betawi kali ini diselenggarakan di Lapangan Monas. Biasanya, Lebaran Betawi digelar di Setu Babakan, Jakarta Selatan. Anies bicara latar belakang sejarah.

Lapangan yang dulunya bernama IKADA ini adalah tempat masyarakat berkumpul dan menyatakan kemerdekaan pada 28 Oktober 1928. Melalui Lapangan Monas ini, masyarakat Indonesia saat itu mulai merdeka dan bersatu.

“Kota ini telah menjadi kota di mana persatuan Indonesia dirajut. Di kota ini, masyarakatnya menyambut kedatangan suku bangsa nusantara dengan keramahan kehangatan se- hingga terasa hidup satu Indonesia. Betawi menjadi fasilitator tumbuhnya persatuan Indonesia,” ujarnya.

Anies pun berharap, tradisi Betawi terus berkembang. “Budaya Betawi harus dikembangkan, dan bersyukur salah satu budayanya adalah takbiran. Alhamdulillah, mulai tahun ini sudah dihidupkan. Ini tanah kita, rumah kita, jangan jadi penonton di rumah kita sendiri,” ucap Anies, disambut riuh tepuk tangan warga.

Pujian warga kepada Anies semakin ramai, saat Haji Lulung membacakan pantun untuk Anies. “Gubernur kita baru kemarin pulang dari Kolombia dan Amerika//Dari Kolombia ke Tugu Monas//Oleh-olehnya kita dapat balapan Formula E/Warga Jakarta boleh berbangga//Punya gubernur kerjanya oke,” ujar Lulung.

Anies pun mendapat julukan Gubernur Indonesia. Julukan itu dilontarkan Ketua Panitia Lebaran Betawi ke-12, Eky Pitung. “Kepada Bapak Gubernur kita, Gubernur Indonesia, Bapak Anies Rasyid Baswedan. Insya Allah. Aamiin,” ujar Eky.

Sayangnya, di dunia maya, Anies malah dikatain kasar oleh Guntur Romli. Lewat akun Twitter-nya, Guntur kesal dengan Anies, yang melontarkan sindiran besi China saat menghalau serangan soal pembongkaran bambu Getah Getih.

“Komen gob**k @ aniesbaswedan beli besi kok harus impor, emang nggak tahu Krakatau Steel?” tulis Guntur melalui akun Twitternya @GuntuRomli, Jumat (19/7).

Ketua Gerakan Pemuda Muslim Indonesia (GPMI), Syarief Hidayatullah, tak terima dengan kicauan Guntur itu. “Politikus PSI kurang ajar. Tak ada etika,” kata Syarief, saat dikontak Rakyat Merdeka, Minggu (21/7) malam.

.

Sumber : RMCO

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *