Ustadz Abdul Somad Ajarkan Amalan Agar Jualan Laris Manis

blank

Bagi seorang pedagang siapa sih yang nggak ingin dagangannya atau barang jualannya terjual sangat laris? tentu hal tersebut adalah harapan semua pedagang.

Seperti diketahui, berdagang merupakan salah satu usaha yang banyak ditekuni oleh orang-orang. Dalam Islam, berdagang adalah profesi yang dianggap mulia.

Bahkan Rasulullah SAW merupakan seorang pedagang juga. Beliau sudah mulai masuk ke dalam dunia bisnis perdagangan saat usianya masih belia.

Semua pedagang tentunya mengharapkan dagangan yang mereka jual laku. Agar dagangan laku, tentunya harus disertai dengan usaha yang keras dan tidak lupa perilaku yang baik. Misalnya menjadi pedagang yang jujur.

Dalam Islam, terdapat beberapa amalan untuk Anda yang sedang berdagang entah itu online atau offline. Namun, tetap saja harus disertai dengan usaha dan sikap yang baik.

Di dalam video ceramah Ustadz Abdul Somad, beliau menjelaskan amalan apa saja yang dapat dilakukan agar membantu dagangan menjadi laku.

Berikut doa dan amalan agar dagangan menjadi laku menurut Ustadz Abdul Somad:

Saat membuka warung atau tempat dagangannya di pagi hari, bacalah surat Al-Fatihah sekali, Al-Ikhlas 3 kali, Al-Falaq sekali, An-Naas sekali, dan Ayat Kursi sekali.

“Jangan meminta pertolongan kepada setan. Karena kita adalah hamba Allah, bukan hamba setan,” ucap Ustadz Abdul Somad.

Amalan yang disebutkan oleh Ustadz Abdul Somad sebaiknya dibaca setiap hari ketika Anda ingin membuka toko atau tempat usaha Anda.

Selain itu sholat dhuha adalah salah satu amalan pembuka rezeki. Para Ulama telah mengajarkan mengenai doa-doa pembuka pintu rezeki dalam doa setelah sholat dhuha. Berikut do’a lengkap setelah sholat dhuha.

Do’a Setelah Sholat Dhuha

اَللّٰهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ
اَللّٰهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقِى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Allahumma innad-duhaa’a duhaa’uka wal bahaa’a bahaa’auka wal-jamaala jamaaluka wal-quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal-‘ismata ‘ismatuka.

Allaahumma in kaana rizqii fis-samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil-ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu’assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahhirhu wa in kaana ba’iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa’ika wa bahaa’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa aataita ‘ibaadakash-shalihiin.

Artinya:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu DhuhaMu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahanMu, kekuatan adalah kekuatanMu, penjagaan adalah penjagaan-Mu”

“Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuhaMu, kekuasaanMu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang sholeh” []

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *