Viral “Mobil Dinas Kepolisian” Ugal-Ugalan, Ternyata yang Nyetir Seorang Pelajar

blank

Viral sebuah video yang menunjukkan sebuah mobil hitam berplat nomor dinas kepolisian 3553-07 ugal-ugalan di jalur Puncak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/6). Mobil tersebut tampak mengawal 3 mobil lainnya lengkap dengan rotator dan strobo khas seperti mobil dinas kepolisian.

Mobil tersebut juga memaksa membelah jalur lawan arah (contraflow) di jalur tersebut. Setelah ditelisik pengemudi kendaraan tersebut adalah Kevin Kosasih, 24, yang masih berstatus pelajar.

Petugas yang mendapat laporan dari warga, berusaha menghentikan mobil tersebut. Namun, iringan-iringan itu terlihat mencoba melarikan diri, sebelum akhirnya petugas bisa menghentikannya di wilayah Cisarua, Bogor.

JawaPos.com berusaha menghubungi Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kabupaten, AKP Muhammad Fadli Amri untuk mengonfirmasi kejadian ini. Namun, dua panggilan yang dilakukan JawaPos.com yakni pukul 12.24 WIB dan 12.34 WIB tak mendapat respons.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan kendaraan yang dipakai Kevin merupakan milik pribadi. Namun, dari penampakan STNK berwarna hijau mobil tersebut seperti mendapat fasilitas plat dinas.

“Itu bukan mobil dinas. Itu mobil pribadi, mobil dia. Tapi dia kelihatannya mendapat fasilitas plat dan STNK dinas Polri,” ujar Dedi saat dikonfirmasi, Senin (3/6).

Oleh karena itu, Dedi mengatakan, akan mendalami terkait penerbitan STNK dinas ini bisa dimiliki oleh sipil. “Itu masih saya tanyakan ke logistik. Itu kayak semacam plat dan STNK bantuan yang untuk plat-plat hitam untuk menteri,” imbuhnya.

Meski begitu, Dedi menekankan, polri tetap bersikap profesional dalam menindak kesalahan yang dilakukan oleh Kevin. Penerapan tilang sesuai dengan undang-undang yang ada tetap diberlakukan.

blank

“Dia (Kevin) mungkin merasa tidak akan ditilang sehingga tidak taat peraturan. Tapi, polisi tetap profesional menindak pengemudi dan akan didalami itu plat dan STNK didapat dari mana,” jelas mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu.

Terpisah, Kapolres Bogor Kabupaten, AKBP AM Dicky membantah mobil tersebut merupakan kendaraan operasional kepolisian. Dia memastikan plat nomor di mobil itu palsu.

“Itu bukan mobil dinas, dan platnya pasangan (tempelan) alias palsu,” kata Dicky.

Pernyataan ini sekaligus meluruskan informasi yang beredar soal surat mobil tersebut yang tak lazim seperti mobil umum milik sipil. Sebab surat kendaraan yang ditunjukkan oleh Kevin bertuliskan Markas Besar Kepolisian Staf Logistik dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor Dinas (STNKBD) berwarna hijau, berbeda dari STNK mobil biasa yang umumnya berwarna kuning.

Sebagai informasi, warga sipil tidak diperbolehkan menggunakan plat nomor khusus seperti milik kepolisian, ataupun pejabat negara lainnya. Penggunaan lampu rotator dan strobo di jalan raya juga hanya untuk kendaraan yang mendapat hak utama.

Dalam undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) telah disebutkan kelompok pengendara yang memiliki hak utama ada tujuh. Di antaranya mobil pemadam kebakaran yang sedang melaksanakan tugas, ambulance yang membawa orang sakit atau yang sedang memberikan pertolongan pertama.

Adapula kendaraan pimpinan atau lembaga negara Indonesia, kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing, konvoi pengantar jenazah, kendaraan lembaga asing yang menjadi tamu negara dan kendaraan dalam kepentingan tertentu dengan pertimbangan kepolisian.

https://youtu.be/yVOASrknGOY

Artikel Terkait :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *